Menu Tutup

SELEKSI INDUK IKAN NILA MERAH NILASA

Ikan Nila Merah Nilasa merupakan salah satu komoditas unggulan dari Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) DIY, yang telah dirilis menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. KEP.47/MEN/2012 tentang Pelepasan Ikan Nila Merah Nilasa. Ikan Nila Merah Nilasa ini merupakan hasil perkawinan silang dari empat strain Nila Merah yaitu Citralada, Filipina, Nifi, dan Singapura, yang diawali dengan pembentukan populasi sintetis melalui perkawinan silang dengan menggunakan metode seleksi individu mengacu pada protokol P1.01 tahun 2004. Proses perkawinan silang hingga mendapatkan strain Nila Merah Nilasa membutuhkan waktu hingga 8 tahun lamanya. Diharapkan melalui metode ini dapat dihasilkan populasi induk unggul dengan karakter pertumbuhan yang cepat.

Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki Ikan Nila Merah Nilasa berdasarkan berbagai hasil pengujian terhadap kualitas mutu benihnya:

  • Warna Merah
  •  Daging Tebal (karkas Headless 65, 20%)
  • Cepat Tumbuh (Laju pertumbuhan 3,21 gram/hari)
  • Tingkat kelulusan hidup tinggi (95,7 % )
  • Efisiensi dalam penggunaan pakan (FCR 1,2)
  • Tahan terhadap serangan penyakit
  • Toleransi terhadap salinitas tinggi  (18 ppt)


Gambar Ikan Nila Merah Nilasa

Induk ikan yang berkualitas unggul akan menghasilkan benih yang juga berkualitas. Tahap seleksi induk merupakan langkah penting yang dilakukan sebelum pemijahan agar mendapatkan hasil anakan/larva yang optimal dari segi kualitas dan kuantitas. Nila merah Nilasa memasuki usia induk pada 7-8 bulan dengan kriteria bobot minimal 175-200 gram/ekor. Sebelum masuk usia induk, pemeliharaan calon induk dipisahkan antara jantan dan betina dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pemijahan liar. Sebelum dilakukan pemijahan, terlebih dahulu dilakukan seleksi induk yang kemudian dipelihara secara terpisah antara induk jantan dan betina selama 14 hari atau disebut pemberokan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan matang gonad yang seragam, sehingga hasil pemijahan optimal.  


Gambar Proses Seleksi Induk

Induk Nila Merah Nilasa Jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan badan yang lebih lebar, sedangkan induk betina ukuran tubuhnya cenderung lebih kecil dan ramping. Warna induk jantan umunya lebih cerah dibandingkan induk betina. Bentuk alat kelamin induk jantan tampak meruncing membentuk hurf “V”, sedangkan induk betina mempunyai alat kelamin yang bentuknya membulat dan terdapat garis horizontal. Induk yang siap memijah ditandai dengan bagian perut yang tampak membesar dan alat kelamin berwarna memerah.


Gambar Nila Merah Nilasa Induk Betina (kiri) dan Induk Jantan (kanan)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x