Menu Tutup

Persiapan Kolam pada Kegiatan Budidaya Ikan


Persiapan kolam pada kegiatan budidaya ikan merupakan tahapan penting yang mempengaruhi keseluruhan kegiatan budidaya. Persiapan kolam pada dasarnya dilakukan untuk mempersiapkan wadah yang sesuai untuk kelangsungan hidup biota akuatik yang akan dibudidayakan. Umumnya persiapan wadah budidaya meliputi membersihkan wadah budidaya dari kotoran baik dinding dan dasarnya, pengecekan kondisi kolam, dan mengisi air yang sudah di-treatment sebelumnya. Persiapan kolam dengan dasar tanah meliputi beberapa tahapan seperti pengeringan dasar kolam, pemberian kapur, dan pemberian pupuk, barulah kolam dapat diisi air untuk proses pembudidayaan.

Pengeringan
Pengeringan bermaksud untuk melakukan pengecekan kondisi dinding kolam dan dasar kolam dan juga memastikan ada atau tidaknya kebocoran di sekitar dinding dan dasar kolam. Kolam yang sudah dipakai pada siklus budidaya sebelumnya tidak dapat langsung digunakan untuk kegiatan budidaya selanjutnya. Sisa pakan, parasit, maupun organisme patogen lainnya kemungkinan masih ada pada dasar kolam atau dinding kolam. Setelah proses panen, tanah dasar kolam perlu untuk dibalik sehingga gas amonia yang ada di dasar kolam dapat menguap. Dasar kolam tanah kemudian dibiarkan kekeringan sampai dasar kolam kering dan retak-retak. Kegiatan ini dapat berlangsung selama 1-3 hari tergantung dari intensitas sinar matahari. Pengeringan dasar kolam bertujuan untuk memutus rantai patogen yang ada pada kolam sehingga tidak menginfeksi komoditas ikan yang akan dibudidayakan pada siklus selanjutnya.
Pengapuran
Selanjutnya adalah pemberian kapur pada dasar dan dinding kolam. Kapur yang digunakan dapat berupa kapur pertanian/ kapur dolomit. Kapur diberikan dengan dosis 250 – 750 gram/m2. Dosis pemberian kapur pada dasar kolam budidaya diberikan sesuai dengan pH awal tanah. Semakin asam pH dasar kolam, semakin banyak kapur yang dibutuhkan. Kapur berfungsi sebagai penstabil pH pada dasar kolam, dalam hal ini untuk meningkatkan pH dasar kolam. Selain itu, pemberian kapur dapat membantu pengendalian pertumbuhan alga dan mikroorganisme patogen, sehingga mengurangi resiko infeksi dan penyakit pada ikan. Kapur diberikan dengan cara kapur dilarutkan ke dalam air kemudian ditebar secara merata ke dasar dan dinding kolam.
Pemupukan
Tahapan selanjutnya dalam persiapan kolam budidaya adalah pemberian pupuk. Pupuk diberikan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menumbuhkan mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan oleh benih ikan sebagai bahan pakan alami. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan. Pupuk diberikan dengan dosis 250 – 500 gram/m2. Pemberian pupuk organik pada kolam budidaya haruslah pupuk yang sudah kering sehingga tidak memberikan dampak negatif pada kualitas air maupun lingkungan perairan. Pemberian pupuk organik lebih dianjurkan dibandingkan pemberian pupuk sintetis, hal ini demi meminimalkan dampak negatif pada lingkungan perairan dan komoditas yang dibudidayakan.


Setelah tahapan pengeringan kolam, pengapuran dasar kolam, pemberian pupuk, langkah selanjutnya dapat dilakukan pengisian air. Air yang diisi ke dalam kolam haruslah air yang bersih, sudah difilter, dan kualitas air yang sesuai dengan standar seperti bebas dari cemaran bahan kimia, logam berat, pH 7 – 8, DO >5mg/L, suhu 22 – 32 ˚C, NH3-N (amoniak) <0.1mg/L, NO2-N (nitrit) <1mg/L. Air diisi sampai ketinggian 60 – 80 cm. Pemberian probiotik lingkungan pada air budidaya bersifat opsional. Hal ini dilakukan untuk menambah/ menstimulasi pertumbuhan mikroorganisme yang baik sebagai bahan tambahan pakan alami bagi ikan. Air yang sudah diisi ke dalam kolam selanjutnya dapat dibiarkan beberapa hari untuk menumbuhkan fitoplankton/ zooplanton yang dapat berfungsi sebagai bahan pakan alami pada ikan.

4.3 3 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x