Menu Tutup

Pembenihan Ikan Wader Pari

Ikan wader pari bernama latin (Rasbora argyrotaenia) adalah ikan lokal yang merupakan spesies endemik Indonesia, ikan air tawar ini sangat di kenal masyarakat,karena persebarannya yang luas dan mudah di temukan hampir di semua perairan darat. Tubuh wader pari ini berwarna kuning keemasan pada bagian atas,dan berwarna putih keperakan di bagian bawah.

Ikan Wader Pari ini secara alamiah hidup di air jernih mengalir, danau, sungai, parit, saluran irigasi, sawah, dan sungai kecil menengah. Ikan mungil ini tersebar mulai dari daratan asia tenggara, Filipina, dan di Indonesia ada di air tawar Sumatra, jawa-bali, dan Kalimantan.

INDUK
Kolam induk ikan wader pari harus terpisah dari kolam bibit ikan, dikarenakan adanya resiko induk memakan telur atau larva. Induk tersebut harus di beri perlakuan berbeda termasuk pakan pellet berkualitas dan ampas tahu agar matang gonad. Gonad merupakan kelenjar yang memproduksi cairan gamet yang dapat menarik ikan jantan untuk membuahi sel telur mereka. Gonad biasanya akan matang setelah dua hari pemberian pakan dan dirawat pada kolam khusus induk sebelum pemijahan. Secara umum, telur ikan wader akan menetas 24 jam setelah proses pemijahan. Seleksi induk pada ikan wader pari dianggap penting, hal ini karena dapat memengaruhi terhadap hasil produksi yang dihasilkan seperti pada kualitas dan kuantitasnya.

Ciri-ciri ikan wader yang dipilih untuk melakukan pemijahan adalah sebagai berikut

  • Indukan yang dipilih untuk pemijahan adalah ikan yang sehat tidak cacat
  • Gonad ikan telah matang
  • Lubang anus cenderung lebih menonjol dan berwarna merah

Perbedaan Wader Jantan dengan Wader Betina
Ikan wader pari betina cenderung memiliki bentuk tubuh yang lebih besar jika dibandingkan dengan ikan wader pari jantan. Induk ikan wader pari jantan akan mengalami pematangan gonad yaitu pada umur 6-8 bulan dan dengan bobot 3-4 gram dan ciri sebagai berikut:

  • Tubuh ikan wader pari jantan cenderung lebih ramping
  • Warna tubuh lebih cerah
  • Sisik pada tubuh lebih kasar
  • Apabila di stripping pada bagian kelamin akan mengeluarkan sperma

Induk ikan wader pari betina yang matang gonad dan siap dipijahkan adalah dengan berat 8-10 gr serta mengalami pematangan gonad pada umur 6-8 bulan, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bagian perut ikan wader pari betina akan terlihat membesar
  • Warna tubuh lebih gelap
  • Sisik pada tubuh bila diraba terasa halus
  • Apabila di stripping akan mengeluarkan sel telur

Induk Jantan dan Betina perlu dipisahkan untuk karantina selama 5 hari, dengan suplai oksigen yang cukup dan diberi pakan sekali per hari menggunakan pakan SF15 dalam bentuk bubuk sesuai ukuran mulut ikan wader pari, dan ampas tahu. Puasakan ikan 24 jam sebelum pemijahan

PEMIJAHAN
Pemijahan ikan wader pari dilakukan pada bak pemijahan dengan ukuran 3 x 3 m dengan tinggi kolam 80 cm. Kolam yang digunakan untuk pemijahan adalah kolam intensif yang digunakan juga untuk pemijahan, penetasan telur, dan pendederan larva.

Sebelum digunakan kolam dibersihkan dengan disikat dan bilas semua kotoran yang menempel. Keringkan selama satu hari untuk membunuh dan mensterilkan dari organisme lain yang mengganggu sisa kegiatan sebelumnya. Isi dengan air bersih dengan ketinggian 50 cm, biarkan selama 1 hari.

Pasangan hapa bersih untuk pemijahan, gunakan pasak dan pemberat agar terpasang sempurna. Hapa yang digunakan terdapat dua jenis yaitu hapa putih dengan mata jaring yang kecil untuk tempat penampungan telur ikan yang dipasang sebagai lapisan luar, serta hapa hitam dengan mata jaring yang lebih besar untuk lapisan dalam hapa, tempat induk dipijahkan. Hapa yang digunakan pada unit kami berukuran 2 x 1 m, perbandingan antara jantan dan betina adalah 2: 1.

Setelah selesai pemijahan, angkat hapa hitam beserta induk untuk dipindah ke kolam lain. Hidupkan blower dan tempatkan batu aerasi didasar hapa untuk memaksimalkan suplai oksigen bagi telur dan proses mengadukan. Telur ikan wader menetas selama 24 jam, selanjutnya dilakukan perhtungan hasil pemijahan masing masing hapa. Perhitungan termasuk Fertilization rate (FR), Hatching rate (HR), dan Survival rate (SR). Setelah 5 hari larva ikan wader menetas maka dilakukan penebaran pada kolam intensif berukuran 3×3 m. larva ikan wader diberi pakan satu hari sekali dengan sistem at statiation yaitu sekenyang-kenyangnya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x